Abundant Peace (Damai Yang Melimpah)

posted in: Kotbah | 0

 

Kita semua sangat familiar dengan cerita perempuan yang mengurapi kaki Tuhan Yesus. Kita seringkali menyanyikan lagu mengenai : “Seperti wanita mengurapimu..” tetapi kita tidak tahu apa yang kita bisa pelajari dari wanita ini. Yudas Iskariot bahkan menegor wanita ini dengan berkata bahwa uang yang dipakai untuk membeli minyak tersebut dapat dipakai untuk memberi orang miskin. Tetapi Tuhan Yesus menghargai wanita ini karena perbuatan-Nya. Bahkan Tuhan Yesus mengampuni setiap dosanya karena perbuatan-nya tersebut. Bahkan ditulis di Lukas 7:47 : “Sebab itu Aku berkata kepadamu : Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.” Mengapa hal ini bisa terjadi? Wanita ini menyatakan kepada Tuhan Yesus :

  1. Penyesalannya Yang Dalam

Matanya yang selama ini penuh dengan nafsu, sekarang penuh dengan penyesalan. Wajahnya yang biasanya penuh dengan make-up kini kotor oleh air mata. Rambutnya yang selama ini dipakai untuk memikat laki-laki sekarang dipakai untuk menyeka kaki Tuhan Yesus. Inilah suatu tanda pertobatan : DUKACITA KARENA DOSA. Seringkali banyak orang sadar bahwa mereka melakukan dosa, tetapi mereka justru jatuh lebih dalam didalam dosa tersebut. Hari ini, jadilah seperti wanita yang mengurapi kaki Tuhan Yesus, dukacitalah karena dosa-dosa kita yang dulu. Kita harus bertobat dan mulai hidup seturut kehendak Tuhan.

  1. Cintanya Yang Kuat

Hal ini dibuktikan saat dia menciumi kaki Tuhan Yesus dan mengurapinya dengan minyak yang harum. Orang yang cinta akan mencari kaki, bukan mencari muka. Daud berkata dalam Mazmur 2:11 : “Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.” Daud mengajarkan kita untuk : melakukan lebih dari yang diminta”. Saat kita cinta, kita harus rendah hati. Wanita ini dengan rendah hati menciumi kaki Tuhan Yesus dan menangis di bawah kaki-Nya. Bukankah ini suatu tanda cinta yang benar-benar luar biasa? Kita harus mencintai Tuhan dengan segenap hati sehingga kita mempunyai suatu sikap kerendahan hati dan sikap yang mengasihi Tuhan Yesus.

Saat kita menerima pengampunan dari Tuhan Yesus, hal yang kita akan dapat adalah : DAMAI SEJATHERA. Bukankah hal ini dicari oleh banyak orang di jaman ini? Banyak orang pergi ke tempat hiburan untuk mencari damai, tetapi tidak menemukannya. Dalam Tuhan Yesus, kita akan menerima Damai Sejathera yang sejati. Damai apa yang Tuhan berikan?

Yohanes 14: 27 : “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hati.”

  1. Damai Yang Melimpah

Tuhan Yesus akan memberikan kepada kita suatu damai yang lebih dari cukup. Dia tidak memberikan damai yang “pas-pasan” Kalau hanya “pas-pasan”, maka hanya cukup bagi kita sendiri. Tuhan Yesus ingin kita memberikan damai kepada orang-orang di sekitar kita. Kita harus mempunyai kerinduan : Dimana kita berada, kita harus membawa damai dalam kehidupan orang lain.

  1. Damai Yang Sempurna

Tuhan Yesus sangat identic dengan kesempurnaan. Dikatakan dalam Matius 5: 48 : “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Tuhan memberikan damai yang CACAT/AFKIR. Ratapan 3:22-23 mengatakan bahwa kasih setia Tuhan baru setiap bagi. Barang yang baru selalu komplit dan sempurna. Yesaya 26:3 brkata bahwa kita akan dijagai dengan DAMAI SEJATHERA.

  1. Damai Yang Mengalir

Yesaya 48:18 “… Kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.”

Damai yang diberikan Tuhan akan seperti air yang tidak pernah berhenti dan tidak akan kehabisan “stock”. Dalam Tuhan, kita akan terus menerus menerima damai sejathera.

  1. Damai Yang Di Luar Akal

Filipi 4:7 “Damai Sejathera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Damai yang diberikan Tuhan tidak dapat dihitung, tidak dapat dimengerti karena damainya begitu luar biasa.

  1. Damai Yang Kekal / Abadi

Damai yang diberikan oleh Tuhan Yesus tidak bisa rusak, tidak bisa layu. Yang terpenting, damai-Nya tidak akan berubah dan akan kekal untuk selama-lamanya.

Leave a Reply