Iman Seperti Abraham

posted in: Kotbah | 0

1 Kor 13 :13 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”

Kita tahu bahwa tahun ini sudah tinggal 2 bulan lagi. Bulan Oktober kemarin saya mendapatkan ayat ini dan menyadari bahwa 3 bulan terakhir (Oktober, November dan Desember) melambangkan ketiga nilai penting dalam kehidupan orang Kristen ini yaitu : Iman, Pengharapan dan Kasih. Tanpa ketiga ini, kita akan tersesat dalam jalan kita bertemu dengan Tuhan.
Sebagai orang Kristen, kita sangat familiar dengan kata “iman”. Iman merupakan sesuatu dasar hidup ke-Kristenan. Tetapi seringkali kita hanya memandang iman sebagai “alat” untuk mendapatkan “ini dan itu”, menjadi “ini dan itu”dan melakukan “ini dan itu”. Seringkali kita lupa akan inti dari iman itu sebenarnya.
Iman = Persekutuan. Iman adalah hubungan kita dengan Tuhan. Iman menghubungkan kita dengan Tuhan dan merupakan syarat bagi kita untuk dekat dengan Tuhan. Yesus. Kita harus mempunyai iman yang benar kepada Tuhan Yesus. Kita harus percaya kepada Tuhan Yesus!
Tuhan Yesus berkenan kepada Bapa-Nya. Meskipun semua orang berkata dia pengacau, penyesat, Dia tetap berkenan kepada Bapa-Nya. Kita semua bisa lihat dalam Matius 3: 17 “lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Di Sungai Yordan dan Markus 9 :7 “Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Kita harus mempunyai iman kepada-Nya. Mengapa Tuhan tidak bisa dilihat oleh mata kita? Karena Dia lebih besar dari mata kita. Kita bisa melihat semua barang-barang disekitar kita karena kita mata kita lebih besar dan dapat melihat semua itu. Tuhan lebih besar dari pikiran, mata dan semua indera kita.
Alexander Agung memiliki 3 permintaan pada akhir hidupnya yaitu :
1. Jenazahnya diangkat oleh dokter-dokter terbaik di negaranya.
Supaya orang lain tahu bahwa dokter terbaik-pun tidak dapat menyelamatkan dia dari kematian
2. Sepanjang Perjalanan Ke Pemakaman, Dibagikan Uangnya Kepada Orang Miskin
Supaya orang lain tahu bahwa uang tidak sebanyak apapun tidak dapat menyelamatkan dia dari kematian.
3. Peti Matinya Diberi Lobang Untuk Tangannya Bisa Dikeluarkan
Supaya orang lain tahu bahwa kehebatannya, kekuatannya, usahanya tidak dapat menyelamatkan dia.
HANYA TUHAN YESUS YANG BISA MENYELAMATKAN KITA.

Yohanes 2:23-24 “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. (24) Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,”

Tuhan Yesus tahu bahwa iman mereka tidak benar. Tuhan menegnal kita semua. Meskipun kita merubah penampilan kita, kita mengganti nama kita, Tuhan tetap mengenal kita semua. Jika kita mempunyai iman yang benar, maka Tuhan akan mempercayakan dirinya kepada kita. Tuhan akan mau ter-assosiasi dan ter-affiliasi dengan kita. Kita tahu sendiri bahwa didalam Alkitab seseorang yang bernama Abraham mempunyai kehormatan untuk disebut Sahabat Allah. Yak 2:23 “Karena itu Abraham disebut : “Sahabat Allah”. Bahkan setiap kali Tuhan memperkenalkan dirinya, selalu Dia sebut Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan mau disamakan dengan manusia yang bernama Abraham.
Lepas dari semua kekurangan dan kelemahan Abraham, kita tahu bahwa Tuhan tidak malu untuk mengenalkan dirinya kepada semua orang dengan menyebut Abraham. Tuhan tidak mau lihat kekurangan dan kelemahan anda hari ini. Mungkin anda merasa lelah dengan kekurangan anda, tetapi percayalah didalam kelemahan kita, kuasa Tuhan menjadi sempurna. (2 Korintus 12:9).
Satu hal antara lain yang bisa kita pelajari dari Abraham adalah :
1. Abraham Bisa Menolak Jarahan Perang
Kejadian 14:21-24
Pada zaman itu, kota-kota yang kuat menhancurkan kota-kotayang kecil. Manusia dijarah, manusia ditawan dan dijadikan budak.Abraham tidak ikut-ikut dengan perlakuan yang keji tersebut. Dia tahu bahwa Tuhan punya cara yang lain untuk membuat dia kaya dan diberkati. Bukan kaya dengan cara merampok harta orang msikin dan memojokkan orang lain.
Tidak cukup kita mempunyai kelebihan secara fisik, kita harus mempunyai kelebihan seperti Abraham yang luar biasa ini. Dia tidak mau menghancurkan orang lain demi kepentinganya sendiri.

Seringkali ktia berkata bahwa kita orang beriman, tetapi perlakuan kita terhadap orang yang terpuruk sangat keji. Kita tidak punya belas kasihan terhadap orang lain dan kita hanya mementingkan kesenangan dan kejayaan kita sendiri. Hari ini, jadilah seperti Abraham yang mengasihi Tuhan lebih dari apapun dan tidak mau menjarah harta orang lain. Dia punya iman yang kokoh dan teguh bahwa Tuhan sanggup meberkati dia dengan luar biasa. Jangan cari cara-cara yang haram untuk menjadi kaya, punyailah iman dalam Tuhan Yesus bahwa Dia akan mencukupi semua kebutuhan kita sesuai dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Tuhan memberkati!
Ev. DR. Samuel Gunawan

Leave a Reply